Jakarta, 3 Maret 2025 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkapkan skandal korupsi besar yang melibatkan perusahaan pelayaran negara, PT ASDP Indonesia Ferry. Dalam investigasi yang berlangsung selama beberapa bulan, KPK berhasil mengungkap praktik korupsi yang merugikan negara hingga mencapai Rp 893 miliar.

Menurut keterangan resmi KPK, kasus ini bermula dari penyalahgunaan wewenang oleh sejumlah pejabat tinggi di PT ASDP yang terlibat dalam proyek pengadaan kapal baru dan pemeliharaan armada yang dikelola perusahaan. Pejabat tersebut dilaporkan telah melakukan mark-up harga dan mengalihkan anggaran untuk keuntungan pribadi serta pihak-pihak tertentu yang memiliki hubungan dengan mereka.

“Modus operandi yang digunakan dalam skandal ini melibatkan pemalsuan dokumen dan penyalahgunaan kontrak pengadaan kapal serta pemeliharaan armada. Praktik ini dilakukan selama beberapa tahun dan telah merugikan keuangan negara secara signifikan,” ujar Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam konferensi pers yang digelar hari ini.

Dalam proses penyidikan, KPK berhasil menyita sejumlah aset yang diduga berasal dari hasil korupsi, termasuk rumah mewah, kendaraan, dan sejumlah rekening bank yang diduga terkait dengan aliran dana haram. Pihak KPK juga mengungkapkan bahwa beberapa pejabat PT ASDP telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

KPK menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan investigasi lebih lanjut untuk membongkar jaringan yang terlibat dalam kasus ini dan memastikan pelaku lainnya dapat segera diproses secara hukum.

“Skandal ini bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu layanan transportasi laut yang vital bagi masyarakat. Kami berkomitmen untuk membawa kasus ini hingga tuntas,” tambah Firli.

Masyarakat pun menyambut baik langkah KPK yang tegas dalam memberantas praktik korupsi di sektor BUMN, yang selama ini kerap menjadi sorotan karena rentan disalahgunakan. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *