Pada hari ini, Senin, 17 Februari 2025, pengemudi ojek online (ojol) di berbagai kota Indonesia melakukan aksi demonstrasi yang menuntut hak mereka sebagai pekerja yang layak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Dalam aksi ini, para driver dipimpin oleh Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) dengan tujuan untuk memperjuangkan hak mereka mendapatkan THR yang setara dengan satu bulan Upah Minimum Provinsi (UMP). Aksi tersebut juga mencakup tuntutan untuk pengurangan biaya potongan yang saat ini mencapai 30% per transaksi yang dikenakan oleh aplikasi.
Aksi ini diselenggarakan untuk menyuarakan keluhan pengemudi ojol terkait kesejahteraan mereka, khususnya terkait dengan penghasilan yang tidak memadai dan tidak adanya pemberian THR yang sesuai dengan ketentuan. Dalam aksi ini, pengemudi ojol berharap dapat memperoleh dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar perjuangan mereka untuk mendapatkan hak yang setara dengan pekerja formal dapat tercapai. Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan, mereka berhak menerima THR menjelang hari raya seperti halnya pekerja lain di sektor formal.
Sebagai bagian dari tuntutannya, para driver ojol memutuskan untuk melakukan mogok massal dengan cara mematikan aplikasi mereka. Aksi ini dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jakarta yang menjadi salah satu titik pusat perhatian di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Tindakan ini bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dan memberikan tekanan kepada pihak terkait, baik perusahaan penyedia layanan aplikasi maupun pemerintah, agar memenuhi hak-hak yang telah diatur oleh undang-undang.
Ada dua tuntutan utama yang diusung dalam demo kali ini. Pertama, para pengemudi ojol menuntut pemberian THR yang setara dengan satu bulan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan berharap dapat diterima paling lambat H-30 sebelum hari raya. Kedua, mereka meminta adanya pengurangan biaya potongan aplikasi yang saat ini dinilai terlalu tinggi, yakni mencapai 30%. Potongan tersebut dianggap memberatkan para pengemudi, yang sebagian besar mengandalkan pendapatan dari pekerjaan ini sebagai sumber utama nafkah.
Aksi mogok massal ini diperkirakan akan berdampak pada layanan ojek online di berbagai kota besar di Indonesia. Pengguna jasa ojek online kemungkinan akan merasakan gangguan layanan, terutama dalam pengantaran barang atau transportasi. Namun, para pengemudi berharap bahwa dampak ini akan memberi perhatian yang lebih besar terhadap perjuangan mereka dalam mendapatkan hak yang layak.