BLORA – Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2025 dan HUT ke-79 PWI Jawa Tengah, Kabupaten Blora dipilih sebagai tuan rumah. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 28 PWI kabupaten/kota, pengurus PWI Jawa Tengah, serta Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI). Mereka berkumpul sejak Jumat, 14 Februari 2025, di Azana Hill & Resort Blora untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Malam harinya, rombongan diajak mengunjungi Blora Creative Space, lokasi pameran Seabad Pramoedya Ananta Toer. Pameran ini menampilkan berbagai karya seni, termasuk pahatan unik dari bonggol kayu jati atau yang dikenal sebagai jati gembol. Selain itu, terdapat puluhan lukisan potret Pramoedya yang memenuhi dinding pameran.
Menurut Pungky Adi Sulistyo, seorang pemahat asal Blora, pameran ini bertujuan untuk mengenalkan keunikan jati gembol yang hanya dapat ditemukan di Blora. “Gembol jati adalah hasil dari infeksi alami pada pohon jati yang membentuk tonjolan-tonjolan unik di batangnya. Tonjolan inilah yang menjadikan kayu ini memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi,” jelasnya.
Ketua Dekranasda Blora sekaligus Ketua TP PKK Blora, Ainia Salicha, menyampaikan harapannya agar para wartawan yang hadir dapat membantu mempromosikan potensi Blora. “Kami berterima kasih atas ditunjuknya Blora sebagai lokasi HPN dan HUT PWI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap para jurnalis dapat mengangkat cerita-cerita menarik dari Blora agar lebih dikenal luas,” ujarnya.
Keesokan paginya, Sabtu (15/02/2025), para peserta HPN diajak mengunjungi Gua Terawang yang terletak di Desa Kedung Wungu, Kecamatan Todanan. Perjalanan dari Blora kota ke lokasi wisata ini memakan waktu sekitar 1,5 jam, tetapi rasa lelah terbayar lunas oleh keindahan alam yang memukau.
Gua Terawang, yang berarti “tembus pandang”, memiliki panjang sekitar 280 meter dengan kedalaman antara 5 hingga 33 meter. Gua ini dikenal karena adanya lima terawang atau lubang alami di atapnya, yang memungkinkan sinar matahari masuk dan menciptakan efek pencahayaan yang dramatis. Terawang ketiga dan keempat menjadi favorit bagi para pengunjung untuk berfoto, terutama saat sinar matahari masuk pada pukul 9.00-12.00, menghasilkan efek visual yang mirip dengan adegan pembuka film Mr. Bean.
Selain keindahan alamnya, Gua Terawang kini dilengkapi dengan sebuah kafe di area terawang ketiga, menawarkan tempat bersantai bagi pengunjung sambil menikmati panorama gua. Kabid Pariwisata Dinporabudpar Blora, Yeti Romdonah, menjelaskan bahwa gua ini dikelola oleh investor swasta dengan pengawasan dari pemerintah daerah guna memastikan pelestariannya. “Kami berupaya menjaga keseimbangan antara pariwisata dan konservasi agar stalaktit dan stalagmit aktif di gua ini tetap terjaga,” jelasnya.
Selain Gua Terawang, beberapa situs lain di Blora juga tengah diusulkan menjadi geoheritage, termasuk Situs Ngandong yang menjadi lokasi penemuan fosil Homo erectus termuda, serta kawasan Sabrangan dan Sungai Kalinanas yang memiliki formasi batuan unik.
Sumber : http://www.joglojateng.com